Banyak orang di Negeri ini yang mengejar Ijazah S1, demi mendapatkan berbagai kemudahan dalam hidup, seperti mendapat pekerjaan, kenaikan pangkat, gengsi di hadapan calon mertua, dan laen sebagainya. Tapi, anggapan seperti itu adalah anggapan yang terlalu sempit. Klo tujuan kita adalah “Kesuksesan”, maka Ijazah S1, bukanlah syarat utama, melainkan hanya syarat pendukung, yang jika diurutkan berdasarkan Prioritas, bisa berada di nomor urut ke-sekian. Atau bahkan mungkin bagi sebagian orang, tidak masuk prioritas sama sekali.
Mau Bukti, silahkan liat beberapa contoh berikut:
Bill gates
Pengguna Internet mana yang gak kenal orang satu ini?Bos dari raksasa perusahaan Software terbesar di dunia, Microsoft, pemilik merek OSWindows dan salah satu orang terkaya di Jagat. Orang ini berhasil mengubah cara orang dalam memandang Komputer, dan menjadi salah satu Pioner dalam perkembangan Teknologi Komputer khususnya software saat ini. Well,Gates memang pernah kuliah di Harvard, sampai ia akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Kuliah karena ingin fokus pada “Minat”-nya yaitu dalam pengembangan Software.
Biografinya:
Bill Gates dilahirkan di Seattle, Washington dari William Henry Gates, Sr., seorang pengacara, dan Mary Maxwell, pegawai First Interstate Bank, Pacific Northwest Bell, dan anggota Tingkat Nasional United Way. Gates belajar di Lakeside School, sekolah elit yang paling unggul di Seattle, dan meneruskan berkuliah di Universitas Harvard, tetapi di-drop out.
William Henry Gates III lahir pada tahun 1955, anak kedua dari tiga bersaudara dalam keadaan sosialnya terkemuka di Seattle, Washington. Ayahnya seorang pengacara dengan perusahaan yang punya banyak koneksi di kota, dan ibunya seorang guru, yang aktif dalam kegiatan amal. Bill seorang anak yang cerdas, tetapi dia terlalu penuh semangat dan cenderung sering mendapatkan kesulitan di sekolah. Ketika dia berumur tiga belas tahun, orang tuanya memutuskan untuk membuat perubahan dan mengirimnya ke Lakeside School, sebuah sekolah dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-laki.
Di Lakeside itulah pada tahun 1968 Gates untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu. Mesin ini, yang disebut ASR-33, keadaannya masih pasaran. Pada intinya ini sebuah mesin ketik yang selanjutnya siswa bisa memasukkan perintah yang dikirimkan kepada komputer; jawaban kembali diketikkan ke gulungan kertas pada teletype. Proses ini merepotkan, tetapi mengubah kehidupan Gates. Dia dengan cepat menguasai BASIC, bahasa pemrograman komputer, dan bersama dengan para hacker yang belajar sendiri di Lakeside, dia melewatkan waktu berjam-jam menulis program, melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang komputer. “Dia adalah seorang ‘nerd’ (eksentrik),” sebagaimana salah seorang guru memberikan Gates julukan itu.
Sekitar tahun 1975 ketika Gates bersama Paul Allen sewaktu masih sekolah bersama-sama menyiapkan program software pertama untuk mikro komputer. Seperti cerita di Popular Electronics mengenai “era komputer di rumah-rumah” dan mereka berdua yakin software adalah masa depan. Inilah awal Microsoft.
Semasa ia belajar di Harvard, ia dan Paul Allen menulis perangkat lunak Altair BASIC untuk Altair 8800 dalam dasawarsa 1970. Altair merupakan komputer pribadi pertama yang sukses. Diberi inspirasi oleh BASIC, sebuah bahasa komputer yang mudah dipelajari dan ditulis di kolese Dartmouth untuk mengajar, versi Gates dan Allen kemudian menjadi Microsoft BASIC, bahasa komputer terjemahan yang utama untuk sistem operasi komputer MS-DOS, yang menjadi kunci pada kesuksesan Microsoft. Microsoft Basic pada nantinya dijadikan Microsoft QuickBasic. Versi Microsoft QuickBasic yang dijual tanpa kompiler QuickBasic dikenal sebagai QBasic. QuickBasic juga dijadikan Visual Basic, yang masih popular hingga masa sekarang.
baca selanjutnya…
35.003779
128.064185
Jika bermanfaat bagikan artikel ini:
Komentar Terbaru